Berita Seputar PLJ

Wisuda Politeknik LP3I Jakarta ke XIX.

By Admin 19-09-2018


Menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang, Politeknik LP3I (Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia) Jakarta berupaya menyajikan kurikulum mahasiswa yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, sehingga saat diterima bekerja, perusahaan tidak perlu lama memberikan pelatihan.

Hal itu disampaikan Direktur Politeknik LP3I Jakarta, Drs. Jaenudin Akhmad, MM, M.Pd, seusai mewisuda 1918 lulusan angkatan ke-19 Politeknik LP3I Jakarta tahun 2018 di gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang dilakukan selama dua hari, 19-20 September 2018.

"Sesuai komitemen kami, sebelum diwisuda, mereka sudah bekerja dan wirausaha. Lima persen sedang proses dan 95 persen sudah bekerja. Tentunya pencapaian itu, tidak terlepas dari kurikulum yang kami lakukan sesuai kebutuhan industri," jelas Direktur LP3I Jakarta, Drs. Jaenudin Akhmad, MM, M.Pd.

Sementara itu, Mantan Menteri Ketenagakerjaan Fahmi Idris yang juga Komisaris di LP3I mengatakan, pekerja harus memiliki tiga hal penting. "Pertama, pendidikan yang menyebabkan seseorang itu punya kompetensi. Kedua, latihan kerja. Ketiga, disiplin dan etos kerja. Ketiganya saling terkait erat karena jika hanya memiliki pendidikan dan kompetensi tanpa diimbangi dengan disipilin dan etos kerja maka tidak akan memberikan secara luas kepada seseorang di bidang pekerjaannya," terangnya.

Selain itu , pendidikan, latihan kerja dan etos kerja sesuatu yang dibutuhkan pekerja. "Jadi pendidikan, latihan dan etos kerja merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh seseorang untuk menjadi pekerja yang ulet di kawasan manapun dia berada," papar mantan Menteri Tenaga Kerja ini.

Lebih lanjut Fahmi mengatakan, saat ini pendidikan di Indonesia perlu perbaikan-perbaikan. Contohnya pendidikan sekolah-sekolah terlalu banyak pelajaran di kelas.Sementara praktek untuk mewujudkan ketrampilan yang dibutuhkan di dunia industri masih kurang. Oleh karenanya antara pelajatan teori di kelas dan praktek di lapangan harus seimbang guna mewujudkan tenaga kerja yang terampil.

Jadi sekolah jurusan (vokasi) sangat dibutuhkan. Karena pelajaran teori di kelas dipraktekan langsung di lapangan. Hal itu dibutuhkan untuk penyiapan ketrampilan seseorang di dunia kerja. Dan Alhamdullah itu dimiliki LP3I," tegasnya.

Sementara itu, Direktur PT Holomoc Indonesia, Iwan Suryawan, satu di antara perusahaan jasa multi media yang menjalin kerjasama dengan LP3I dalam menyiapkan lapangan kerja bagi lulusan LP3I juga mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan LP3I untuk memberikan peran terhadap generasi muda.

Apalagi perusahaannya secara internal memberikan ruang untuk praktek di industri kreatif. Saat ini perusahasaannya juga memfasilitasi anak-anak muda seusia sekolah menengah atas untuk magang di perusahaannya.

"Kerjasama dengan LP3I merupakan kolaborasi antara akademisi dengan dunia industri. Sebagai pelaku industri, tentunya kami mencari pekerja yang siap pakai. Saat ini, kebutuhan itu, ada di pendidikan vokasi. Mereka tidak hanya teori, tapi mampu menerapkan dalam pekerjaan. Selain itu, pihaknya memberikan masukan terkait tren dan perilaku indsuri. Sehingga ada kesiapan dari para lulusan LP3I untuk memasuki dunia industri secara nyata," jelasnya.